Monday, July 3, 2017

5 Spot Wisata Kota Lama Semarang Paling Menarik Wajib Dikunjungi

5 Spot Wisata Kota Lama Semarang Paling Menarik Wajib Dikunjungi | Wisataparhuta - Jika ingin mengunjungi tempat wisata yang kental sisi historis, Kota Lama Semarang adalah opsi yang tepat. Sebagai salah satu kota besar di Pulau Jawa, Semarang mempunyai kisah budaya dan kesejarahan sebagaimana halnya kota-kota lain, seperti Surakarta (Solo), Yogyakarta, Surabaya, dan Jakarta yang terkenal dengan Kota Tua-nya.

Konon, Kota Lama di Semarang ini adalah sentra perekonomian dan budaya masyarakat Jawa Tengah, juga menjadi pusat pemerintahan pada zaman Hindia Belanda.

Di Kota Lama Semarang pada masa dahulu, semua etnis hidup dalam satu kesatuan. Beberapa contohnya, di bagian utara yang dilintasi Kali Mberok adalah perkampungan Melayu yang merupakan basis agama Islam. Hal ini dapat kita lihat dari peninggalannya, yaitu masjid Layur atau Masjid Menara yang masih berdiri kokoh hingga kini.

Di sisi bagian barat merupakan kawasan Jawa Islam dengan peninggalannya, yaitu Masjid Kauman Semarang. Sedangkan di sisi bagian selatan adalah pemukiman China yang disebut kawasan Pecinan Semarang. Sementara bagian dalam Kota Lama sendiri berdiri bangunan dengan desain arsitektur yang sangat bagus, masyarakat setempat menyebutnya sebagai Gereja Blenduk.

Jika tidak terdapat beberapa titik vital di Kota Lama Semarang, mungkin tempat wisata ini tak ubahnya seperti kota mati. Ada sejumlah titik bisnis yang menyebabkan Kota Lama berkembang, sebut saja misalnya Bank Mandiri, Asuransi Jiwa Sraya, Pabrik Rokok Praoe Lajar, Stasiun Tawang, dan Polder Air tawang.

5 Spot Wisata Kota Lama Semarang Paling Menarik :


1. Stasiun Tawang
Stasiun Tawang dibangun oleh Nederlandsche Indische Spoorweg Maatschsrij (NIS), tepat berada di Jalan Taman Tawang. Stasiun ini pertama kali diresmikan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Baron Sloet Van de Beele untuk menggantikan stasiun sebelumnya. Pembangunannya sendiri memakan waktu hampir 6 tahun, yaitu antara 16 Juni 1864 – 10 Februari 1870.

Pembangunan gedung Stasiun Tawang diarsiteki oleh seorang berkebangsaan Belanda yang bernama JP de Bordes. Bangunan stasiun yang konon hanya melayani jalur Semarang – Yogyakarta – Solo ini memiliki desain arsitektur berkonsep Indische yang memang disesuaikan dengan kondisi kawasan tropis.

2. Polder Air Tawang
Polder Air Tawang dibangun sebagai pusat pembuangan air di berbagai kawasan sekitar Stasiun Tawang yang kemudian dialirkan menuju laut untuk meminimalisir terjadinya ROB. Polder Air Tawang ini hingga sekarang telah mengalami sejumlah renovasi mengingat kondisinya yang belum baik dan sering mengeluarkan bau busuk.

Tetapi sekarang, kondisinya sangat jauh berbeda. Kawasan ini adalah salah satu spot menarik dan sungguh sayang dilewatkan saat Anda berkunjung ke Semarang.

3. Pabrik Rokok Praoe Lajar
Satu spot lagi yang menarik untuk dikunjungi adalah Pabrik Rokok Praoe Lajar (perahu layar) yang hingga kini masih aktif. Letak pabrik rokok ini masih berada di kawasan Polder, tepatnya di sebuah gedung tua yang berlokasi di Jl. Merak kawasan Kota Lama Semarang.

Pabrik ini dibangun pada zaman Hindia Belanda. Mungkin banyak di antara Anda yang belum pernah melihat bentuk atau mencoba “rasa” rokok Praoe Lajar ini. Ini dapat dimaklumi mengingat pemasarannya yang terbatas.

4. Area Tengah Kota Lama
Jika Anda suka fotografi, pergilah ke kawasan tengah Kota Lama Semarang, tepatnya pada area perempatan jalan antara Jalan Garuda, Jalan Glatik, dan Jalan Jenderal Soeprapto. Inilah spot yang tepat untuk berfoto sekaligus mengabadikan memori di Kota Lama.

Di kawasan ini, suasananya cukup ramai dengan area yang lumayan bersih sehingga nyaman untuk aktivitas atau sekedar bersantai. Disini Anda dapat berkeliling taman atau duduk-duduk di bangku yang sudah disediakan di sekitar taman. Suasana di persimpangan ini cukup mempesona, terutama di malam hari dengan banyaknya lampu menerangi sudut-sudut jalan.

Tidak lupa, Anda patut pula mencicipi menu kuliner Semarang yang dijual di kawasan tersebut, seperti nasi bungkus (Sego Kucing), nasi goreng, ikan bakar Cianjur, serta sejumlah menu tradisional lainnya.

5. Gereja Blenduk
Gereja Blenduk terletak sekitar 10 meter ke arah barat dari persimpangan Kota lama. Gereja Blenduk ini merupakan bangunan kuno yang berusia lebih dari 200 tahun serta pula menjadi salah satu icon kota Semarang selain beberapa bangunan lain, seperti Tugu Muda, Tugu Sewu, dan Masjid Agung Jawa Tengah.

Selain ke-5 spot wisata Kota Lama di Semarang di atas, Anda juga masih dapat mengunjungi beberapa tempat menarik lainnya, sebut saja beberapa masjid tua di Semarang, yaitu Masjid Menara di Jl. Layur (Kampung Melayu) dan Masjid Besar Kauman di Jl. Alun-Alun Kota Semarang.

Sebagai penutup perjalanan, Anda dapat singgah sebentar di Pasar Johar untuk berbelanja beberapa souvenir dan batik sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah.
  • Hotel di Kota Lama Semarang
Terdapat sejumlah hotel di Kota Lama Semarang dengan jarak akses antara 300 – 600 meter. Beberapa hotel dan penginapan di area Kota Lama ini di antaranya adalah Aston Semarang Hotel and Convention Center, Santika Premiere Semarang, dan New Metro Hotel.

Anda dapat mencari hotel atau penginapan dekat Kota Lama Semarang secara online guna memastikan ketersediaan kamar. Salah satu online booking yang populer adalah AGODA.
  • Rute Perjalanan ke Kota Lama
Untuk menuju Kota Lama Semarang, ada beberapa rute perjalanan yang dapat dipilih. Jika Anda bertolak dari kota Demak, ambillah arah ke terminal Teroboyo, kemudian menuju Jl. Raden Patah, dan kemudian langsung ke Kota Lama Semarang. Durasi perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam.

Jika Anda berangkat dari Ungaran, Anda dapat mengambil arah ke Banyumanik >> Peterongan >> Jl. MT. Haryono >> Bundaran Mbubakan >> Jl. Cendarawasih >> Kota Lama Semarang. Durasi perjalanan memakan waktu kurang lebih 50 menit.
Jika diakses dari arah Barat, Anda dapat menuju Mangkang, kemudian masuk kota ke Bundaran Kali Banteng, lalu ke Bundaran Tugu Muda dan Lawang Sewu, selanjutnya lurus ke Jl. Pemuda, kemudian ke arah Pasar Johar belok kiri (hanya ada jalur satu arah), dan akhirnya tiba di Kota Lama Semarang.